KUKAKUKU

Gaya Hidup, Teknologi, Inspirasi Dan Motivasi

Backpacker Jakarta – Bali Hanya 1,5 Juta Part 3 (Sunset di Pura Tanah Lot)

Kali ini saya akan bercerita pengalaman mengeksplore objek wisata yang sangat terkenal banget di bali yaitu Pura Tanah Lot. Lokasinya cukup jauh dari kuta dan membutuhkan waktu sekitar satu jam perjalanan jika tidak ada kemacetan. Untuk kalian yang belum baca artikel sebelumnya, silahkan baca disini ya. Kali ini saya akan melanjutkan cerita perjalanan saya setelah dari Uluwatu dan Pandawa Beach. Sampai hotel sekitar pukul 3 sore waktu bali. Saya istirahat sebentar, mandi, ganti pakaian dan tiduran hingga pukul 4 sore kembali melanjutkan perjalanan menuju Tanah Lot.

Perjalanan lumayan membosankan karena terjebak macet yang cukup panjang di daerah Legian. Untungnya masyarakat Bali berbeda dengan masyarakat Jakarta. Saya cukup kagum sekali, ditengah kemacetan yang panjang, para pengendara baik motor maupun mobil begitu rapi dan antri tidak main serobot aja, begitu juga dengan lampu merah. Mereka tidak akan mau menerobos lampu merah sampai rambu hijau menyala. Sepanjang perjalanan saya jarang sekali menemukan polisi lalu lintas karena di Bali memang tidak perlu di atur karena masyarakatnya punya kesadaran sendiri dalam berlalu lintas. Bangga deh sama warga bali. Jadi walau pun terjebak macet tidak akan terlalu lama. Beda dengan Jakarta dan kota-kota besar lainnya para pengendaranya belum punya kesadaran akan pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas.

Setelah melewati jalanan yang cukup panjang dan padat merayap disekitar legian, akhirnya bisa ngebut juga menuju Tanah Lot dengan pemandangan-pemandangan indah persawahan di pinggir jalan raya. Sampai Tanah Lot sekitar jam lima lewat. Dan ternyata Tanah Lot padat banget sama pengunjung, kalau di lihat 90% warga negara asing mulai dari arab, india, eropa, amerika, asia semua bercampur baur menjadi satu. Saya merasa seperti berada di luar Indonesia karena tidak sama sekali mendengar orang bercakap basaha Indonesia. Ternyata minat wisata Tanah Lot masih sangat tinggi. Pengunjungnya 3 kali lipat dari pengunjung di Pura Uluwatu. Apalagi saat sunset tiba, semua pengunjung akan fokus pada matahari terbenam di balik Pura. Sungguh indah luar biasa. Warna laut dan langit seketika memerah bergelombang dengan deburan ombak yang meraung membenturkan diri ke batu karang yang kokoh dipinggir pantai. Pokoknya keren banget deh melihat sunset di Tanah Lot.

Untuk masuk ke area wisata Tanah Lot, kita cukup membeli tiket masuk seharga Rp 20.000 serta tiket parkir Rp 3.000. Cukup murah bukan? Kita akan di suguhkan pemandangan yang indah dan bisa menikmatinya selama mungkin tanpa di batasi oleh waktu. Jangan lupa, bila datang kesini siapkan kamera kalian untuk mengabadikan momen-momen indah di Tanah Lot. Urusan beli oleh-oleh, tenang saja, di pintu masuk dan keluar, banyak warung-warung yang menawarkan berbagai cendramata khas bali, muali dari topi, baju, tas dan lainnya. Harganya pun tidak akan membuat kantong kita jadi bolong, karena cukup bersahabat. Tinggal kamunya aja pintar menawar ya, karena penjual cendramata disana masih bisa di tawar. Kalau pun ‘gak dapat, jangan maksa, karena memang harganya cukup murah.

Pukul 7 malam, saatnya kembali menuju penginapan di Kuta. Kita masih melewati jalan yang sama sewaktu mau pergi ke Tanah Lot. Cuma kita keliru pas mau masuk area Legian. Disini kita benar-benar nyasar hingga 1 jam lebih muter-muter dan kembali lagi ke tempat semula. Sempat stres juga nih, padahal sudah bertanya kesana-sini, tapi tetap aja nyasar. Padahal kita udah masuk di area pantai kuta. Saking banyaknya jalanan gang disana, kita jadi muter-muter ‘gak jelas. Mungkin jika menggunakan GPS, kejadian nyasar seperti ini tidak akan terjadi. Apesnya, handphone yang digunakan sudah off alias baterainya habis. Tidak menyerah begitu saja, setiap ada penduduk lokal, selalu kita tanyakan arah ke Airport. Baru deh pas tau jalan menuju airport Ngurah Rai, jadi ingat lagi jalan menuju hotel karena jalanannya besar bukan seperti gang.

Sampai penginapan sekitar jam 9 malam. Istirahat sejenak sambil berkemas dan check out dari hotel. Lalu kita mencari taksi untuk menuju bandara. Tadinya mau naik ojek online, karena kita mikir waktu penerbangan jam 1 pagi dan masih lama, akhirnya jatuhlah pilihan pada taksi agar bisa istirahat dan rebahan sejenak di dalam taksi. Tapi apesnya, kita salah memberhentikan taksi. Harusnya mencari taksi yang arah keluar dari pantai Kuta, tapi kita menunggu taksi yang arah menuju kuta. Karena tidak bisa langsung putar balik, maka kita mengelilingi jalanan Kuta dulu yang saat itu sangat macet untuk bisa putar balik ke arah bandara. Dan terjadilah tawar menawar harga, karena kebanyakan taksi disana tidak menggunakan argo. Dealnya kita bayar 100 ribu sudah termasuk parkir masuk bandara. Kalau kita menunggu taksi yang langsung ke arah bandara dan tidak muter balik dulu, bisa di nego sekitar 50 ribuan saja. Tapi ya sudahlah, itu kesalahan kecil yang tidak harus diulangi dan dijadikan sebagai pembelajaran. Sepanjang perjalanan yang cukup tersendat-sedat karena macet, kita banyak ngobrol dengan sopir taksi yang cukup ramah dan kita jadi banyak info tentang bali dari sopir taksi tersebut. Next time, pasti bakal kesana lagi dengan waktu yang lebih panjang.

Sampai bandara sekitar pukul 10.30 malam. Wah, masih lama banget nunggu jam penerbangan. Jalan-jalan sebentar di area bandara, lalu tiduran di kursi-kursi panjang yang tersedia di bandara. Jam 11 malam, kita mulai check in dan langsung menuju pintu gate ruang tunggu setelah dapat boarding pass. Tak berapa lama, pesawat pun tiba dan pintu masuk menuju pesawat sudah mulai di buka. Saatnya kembali ke Jakarta tanpa ada delay penerbangan. Baru kali ini naik pesawat pagi-pagi buta seperti ini. Lumayan banyak kursi kosong juga. Dan hari ini perjalanan saya menghabiskan budget sebesar Rp 601.100 dengan rincian sebagai berikut:

  1. Tiket masuk Tanah Lot Rp 20.000
  2. Tiket parkir Rp 3.000
  3. Ongkos taksi Rp 100.000 dibagi dua dengan teman, masing-masing Rp 50.000
  4. Tiket pesawat Air Asia Rp 528.100

Nah itu dia rincian budgetnya. Jadi total budget liburan ke Bali adalah Rp 678.800 + Rp 93.000 + Rp 601.100 = Rp 1.372.900

Untuk budget makan sengaja tidak saya tulis dalam rincian, karena menurut saya makan tergantung selera masing-masing dan bisa berbeda-beda tiap orang. Ada yang sehari makan 2 kali, ada yang ingin makan yang harganya mahal atau murah, jadi tidak bisa dirinci ya. Jadi sudah siap untuk backpacker dan keliling dunia? Liburan itu gak mahal kok, yang mahal itu gengsi dan gaya hidup. Siapkan ranselmu dari sekarang ya!

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *