KUKAKUKU

Gaya Hidup, Teknologi, Inspirasi Dan Motivasi

Backpacker Jakarta – Bali Hanya 1,5 Juta Part 2 (Pura Uluwatu dan Pantai Pandawa)

Setelah kemarin kita keliling kuta, sekarang kita akan lanjutkan perjalanan berikutnya. Jam 6 pagi, saya sudah bangun dan mandi. Saya hanya sarapan roti dan air mineral yang saya beli semalam di minimarket. Kebetulan memang saya tidak suka makan-makanan berat alias sedang diet karbohidrat. Jadi tidak terlalu memikirkan makanan, asal ada buah-buahan dan air mineral saja itu sudah cukup. Dan memang ketika saya di bali, entah kenapa tidak terlalu berburu makanan atau memikirkan isi perut karena yang terbayang di pikiran adalah objek-objek wisata di bali yang indah-indah.

Jam 7 pagi saya langsung menuju pantai kuta. Pantai terlihat sangat sepi dan suasana masih sangat segar. Jalanan pun terlihat sepi tanpa banya kendaraan yang lalu lalang. Hanya terlihat beberapa pengunjung yang berlari-larian kecil di pantai. Saya duduk sebentar menikmati deru ombak pagi pantai kuta dengan langit cerah dan matahari pagi yang hangat. Tidak lupa saya mengabadikan suasana pantai dengan kamera mirroless saya sebagai kenangan perjalanan liburan saya. Tepat jam 8 pagi, saya menuju Jl. Buni Sari untuk menyewa sepeda motor. Lokasinya tidak jauh dari pantai kuta dan penginapan saya. Tepatnya dekat dengan penginapan Kuta Sari House.

Sejenak saya tanya-tanya mengenai sewa motor dan persyaratannya. Kebetulan pemiliknya orang sunda dari cianjur, kami pun berbicara bahasa sunda karena satu suku dan menjadi lebih akrab. Mereka pun memberikan banyak informasi mengenai wisata yang akan saya tuju yaitu Uluwatu, Garuda Kencana dan Pandawa Beach. Harga sewa motor berkisar mulai dari 80 ribuan. Mereka menawarkan saya motor yang harga sewanya 100 ribuan per 24 jam karena akses yang saya tuju cukup jauh dan jalanannya cukup terjal jadi mereka menyarankan sewa motor yang lebih baik dan kuat menuju sana. Syarat menyewa motor disana hanya KTP dan NPWP saja serta lokasi dimana hotel tempat kina menginap. Kita akan diberikan selembar surat sewa motor yang berguna jika ada polisi menanyakan surat-surat motor, kita hanya menyerahkan surat tanda sewa tersebut. Dan kalian jangan khawatir, karena bali merupakan tempat wisata baik lokal maupun manca negara, jadi akan aman selama sewa motor di bali. Namun demikian, kita tetap harus waspada ya.

Setelah memiliki motor sewaan, saya langsung menuju POM bensin untuk isi bahan bakar sekitar 20 ribu saja dan kembali melanjutkan perjalanan menuju uluwatu dengan bantuan google map karena saya sangat buta sekali jalan menuju kesana. Disini google map sangat berharga sekali membantu saya berkeliling pulau bali. Karena tidak terlalu macet, perjalanan saya menuju uluwatu tidak sampai 1 jam. Pas sampai disana, kondisi wisata uluwatu sudah sangat ramai pengunjung dari luar negeri. Saya langsung menuju loket tiket dan membayar tiket sebesar 20 ribu rupiah serta tiket parkir 3 ribu rupiah. Jadi hanya dengan 23 ribu rupiah saya bisa puas keliling uluwatu menikmati pemandangan laut dengan tebing-tebing yang terjal dan dipenuhi monyet-monyet yang berada disekitar objek wisata uluwatu. Saran saya jika kalian ke uluwatu jangan membawa makanan kalau kalian tidak ingin di serang oleh gerombolan monyet, karena monyet disana sangat banyak sekali. Jika kalian memakai celana pendek, kalian akan disarankan memakai penutup kain berwarna ungu dan dikatkan di pinggang seperti sebuah rok panjang. Jika kalian memakai celana panjang, kalian akan disarankan memakai kain berwarna kuning berbentuk selendang untuk diikatkan dipinggang. Kain-kain ini disediakan diloket tiket masuk dan harus dikembalikan jika kita akan meninggalkan objek wisata uluwatu.

uluwatu
uluwatu
monyet di uluwatu
monyet di uluwatu

Saat kita berada di area wisata Pura Leluhur Uluwatu, rasa lelah dan jenuh kita akan hilang terbayar oleh keindahan pemandangan di uluwatu. Kita akan menikmati hamparan laut biru yang luas berada diketinggian tebing-tebing yang terjal dan suara gemuruh ombak yang menghantam tebing berpadu dengan keindahan pura khas bali yang berada di tebing-tebing terjal. Percaya deh, kalian akan kagum sekaligus takut berada di pinggir tebing menikmati keindahan uluwatu.

Setelah puas berjam-jam menikmati pemandangan indah di uluwatu, saya pun kembali melanjutkan perjalanan menuju destinasi selanjutnya yaitu Pantai Pandawa yang ada di bedugul. Perjalanan memakai waktu sekitar 30 menit sampai 40 menit. Kembali saya pun memanfaatkan google map sebagai pemandu jalan menuju kesana. Perjalanan sempat terganggu dan saya nyasar mencari lokasi karena google map yang saya gunakan tidak dapat menampilan peta karena jaringan seluler saya hilang, padahal saya menggunakan provider ternama. Saya terus refresh ponsel saya untuk bisa mendapatkan sinyal dan akhirnya kembali melanjutan perjalanan setelah nyasar. Rasa lelah dan kesal terbayar sudah ketika melihat gerbang masuk Pantai Pandawa. Akhirnya sampai juga di lokasi.

Harga tiket 8 ribu rupiah dan tiket parkir 2 ribu rupiah. Setelah dapat tiket kita akan masuk ke area pantai dengan gerbang yang membelah batu karang besar dan tinggi. Pas masuk kita akan takjub dengan batu-batu karang yang terjal dan tinggi dipinggir-pinggir pantai dengan di hias beberapa patung besar dewa-dewa hindu yang beada di pinggir jalan menuju bibir pantai. Pasir putih yang bersih akan menghias keindahan pantai ini yang membiru dengan deru ombak dan angin yang kencang menghempas ke bibir pantai. Garis pantai ini tidak terlalu panjang seperti garis pantai kuta dan legian. Walau demikian, karisma pantai ini sangat berbeda dengan pantai kuta. Kalian akan merasakan kekaguman dan keindahan bibir pantai pandawa. Banyak para selancar bermain ombak disana dan juga dari perbukitan yang ada di bibir pantai, kalian akan menyaksikan para pemain paralayang terbang di bibir pantai bermain dengan angin yang berhembus dibibir pantai. Saya pun cukup menikmati pemandangan indah ini yang tidak saya dapatkan di pantai lainnya.

pantai-pandawa
pantai-pandawa
paralayang di pantai pandawa
paralayang di pantai pandawa

Setelah puas bermain di Pantai Pandawa, saya kembali melanjutkan perjalanan untuk kembali ke hotel. Namun kali ini perjalanan saya tidak ditemani oleh GPS, karena ponsel saya kehabisan baterai. Tapi karena jalanan di kuta selatan tidak terlalu rumit dan banyak seperti di kota-kota besar lainnya, saya tidak terlalu nyasar untuk bisa kembali ke hotel sambil mengingat jalan yang tadi saya lalui saat menuju kesini. Sampai di hotel sekitar pukul 3 sore dan saya istirahat satu jam karena jam 4 sore nanti saya akan melanjutkan perjalanan menuju Pura Tanah Lot. Hari ini perjalan saya menghabiskan budget Rp. 93.000

  • Tiket masuk uluwatu Rp 20.000
  • Tiket Parkir Uluwatu Rp 3.000
  • Tiket Masuk Pantai Pandawa Rp 8.000
  • Tiket Parkir Pantai Pandawa rp 2.000
  • Sewa Motor Rp 100.000 dibagi 2 orang, masing-masing Rp 50.000
  • Bensin Rp 20.000 dibagi 2 orang, masing-masing Rp 10.000

Itulah rincian perjalanan saya menuju objek-objek wisata yang ada di kuta selatan. Sayang sekali saya tidak sempat mengunjungi Garuda Wisnu Kencana karena masalah kendala waktu karena hari ini juga target saya bisa mengujungi Pura Tanah Lot dan malamnya saya harus menuju bandara untuk kembali ke Jakarta. Jadi saya korbankan kunjungan saya ke Garuda Wisnu Kencana demi bisa mengunjungi Pura Tanah Lot. Untuk perjalanan saya menuju Pura Tanah Lot kalian bisa baca artikel berikut ini ya Backpacker Jakarta – Bali Hanya 1,5 Juta Part 3 (Sunset di Pura Tanah Lot). Jadi sudah siap untuk backpacker dan keliling dunia? Liburan itu gak mahal kok, yang mahal itu gengsi dan gaya hidup. Siapkan ranselmu dari sekarang ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *